Harga Mata Uang Kripto Kini Menghijau Lagi Dan Bitcoin Kembali Memimpin

Harga Mata Uang Kripto Kini Menghijau Lagi Dan Bitcoin Kembali Memimpin

Resiku.info – Harga Mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) kembali berbalik ke zona hijau pada perdagangan Rabu (28/07) pagi waktu Indonesia, setelah pada perdagangan Selasa (27/07) kemarin semoat melemah karena adanya panic seilling investor.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, keenan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin terbaik menghijau pada pagi hari ini.

Tercatat bitcoin meroket 8,15% ke level harga US$ 40.076,62/koin atau setara dengan Rp 580.309.458/koin (asumsi kurs Rp 14.480/US$) dan kembali memimpin penguatan kripto pada pagi hari ini.

Sedangkan ethereum melonjak 6,36% ke level US$ 2.316,64/koin (Rp 33.544.947/koin), binance coin meleset 4,46% ke US$ 315,96/koin (Rp 4.575.101/koin).

Selanjutnya carnado menguat 4,06% ke level US$ 1,29/koin atau setara dengan Rp 18.679/koin, rippel meleset 4,49% ke posisi US$ 0,6466/koin (Rp 9.363/koin), dan degocoin melonjak 4,91% ke US$ 0,2085/koin (Rp 3.019/koin).

Baca Juga :  Lagu India yang Viral di Tiktok Terbaru

Baca Juga:

Pada perdagangan Selasa kemarin, bitcoin dan kripto lainnya sempat melemah setelah perusahaan e-commerce Amazon menyangkal dari kabar suatu media yang menyatakan bahwa Amazon sedang bersiap untuk menerima cryptocurrency.

Namun pada pagi hari ini, kripto kembali diperdagangkan di zona hijau. Hal ini mengidentitaskan bahwa pelemahan pada perdagangan kemarin cendrung diakibtkan oleh panic seilling atas sikap Amazon yang menyangkal isu dari salah satu media.

Disini lain, beberapa analis menghatapkan kenaikan lebih lanjut dalam bitcoin karena investor institusional mulai masuk kembali dan menemukan peluang nilai positif diseluruh cryptocurrency.

Baca Juga :  Harga Emas Batangan Antam di Pegadaian 01 Juli 2021 Terbaru

“Karena investor intitusional telah mnunggu untuk mengambil posisi, pergerakan pasar saat ini dapat dipertahankan selama seminggu” tulis Elie Le Rest.

Sementara itu, perusahaan produsen mobil listrik ternama didunia, Tesla pada Senin (26/07) lalu mengungkapkan bahwa tidak ada penjualan atau pembelian baru oleh perusahaan dalam bentuk aset digital.

Tesla saat ini masih memegang kripto sekitar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,8 terliun (asumsi kurs Rp 14.450/US$) dalam bentuk bitcoin.

Kemudian pada Mei lalu, Musk mengumumkan tidak akan lagi menerima bitcoin untuk produknya karena masalah lingkungan atas pengguna batu bara dan bahan bakar fosil lainnya dari penambangan bitcoin.

Namun sikap MUskm kembali berubah pada awal bulan ini, dimana Musk mengatakan profil lingkungan bitcoin untuk opsi pembayarannya.

Baca Juga :  Link Vidio Skandal Nazwa Viral Twitter Terabru

Sumber : www.cnbcindonesia.com

You May Also Like

About the Author: A imong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *